Contoh Naskah Pidato: Meneruskan Perjuangan Nyai Siti Walidah di Zaman Modern
Ilustrasi: gambar Nyai Siti Walidah, Sumber gambar: swararahima.com
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ
يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ
Dewan juri yang
kami hormati…
Apa yang terlintas dalam benak kita
ketika mendengar nama Nyai Siti Walidah? Kebanyakan dari kita akan menjawab
bahwa beliau adalah pendiri organisasi Aisyiah. Fakta tersebut memang benar
adanya, tetapi kita harus ingat bahwa perjuangan beliau tidak hanya itu, begitu
kompleksnya sehingga kita tidak akan mampu mengurai satu-persatu dalam waktu
singkat ini.
Walau begitu, setidaknya Nyai Siti
Walidah adalah penggerak organisasi perempuan berskala modern, menjadi
inspirasi wanita untuk bisa berpikir melintasi zaman dan bergerak maju ke
depan. Melawan segala bentuk kebudayaan yang mendiskreditkan perempuan di
zamannya, dimana saat itu wanita tidak layak untuk berpendidikan tinggi. Perempuan
cukup di rumah melayani suami, sehingga ia identik dengan sumur, kasur, dan
dapur. Selama sehari penuh, 24 jam hanya mengurus suami, tidak punya kebebasan
di ruang publik, dan segala tindak-tanduk harus tunduk pada budaya patriarki.
Segala perjuangan dari Nyai Siti
Walidah terus dilakukan hingga berdirilah organisasi perempuan Aisyiah.
Berdiriya organisasi tersebut janganlah dilihat dari sudut pandang masa kini
semata, tetapi harus dilihat pada konteks masa masa lalu, dimana perempuan
keluar rumah untuk berkumpul dan melaksanakan kegiatan sosial, seolah mengambil
lahan pekerjaan bagi kaum Adam.
Layaknya K.H Ahmad Dahlan yang dicibir oleh masyarakat karena
mempunyai pemahaman arah kiblat masjid berbeda dengan orang-orang saat itu. Nyai
Siti Walidah terus mendidik perempuan melalui organisasi Aisyiah dan tak
menghiraukan cibiran dari masyarakat, karena beliau yakin bahwa cibiran tidak
akan pernah berhasil meruntuhkan tekad yang kokoh. Pada akhirnya, kini
perempuan tidak lagi identik dengan ranah domestik, tetapi bisa bekarja pada
tataran publik. Wanita bisa menjadi guru, dokter, perawat, psikiater, dll.
Dewan juri yang kami hormati…
Meski hari ini kita tidak lagi hidup di zaman Siti Nurbaya, tetapi
kita harus terus berjuang meneruskan perjuangan dari Nyai Siti Walidah, karena
kita adalah pewaris pemikirannya, dan kita juga anak-cucu ideologis dari
beliau. Maka, kini tidaklah cukup hanya membicarakannya semata tanpa melakukan
aksi-aksi nyata untuk kepentingan agama, nusa, dan bangsa.
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa melanjutkan estafet perjuangan
Nyai Siti Walidah? Setidaknya ada dua hal:
Pertama, membuka cakrawala dengan luas agar segala bentuk informasi
dan ilmu bisa kita saring, lalu serap. Jangan sampai kita phobia terhadap informasi/ilmu
modern dan menjadi kolot, kita harus
paham bahwa modernisasi adalah sebuah
keniscayaan/kunci agar perempuan maju dan berdaya dengan tetap memegang Al
Quran dan As Sunnah. Hal ini sesuai dengan inti sabda Nabi SAW:
طَلَبُ
الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim" (HR. Ibnu Majah)
Kedua, melakukan kegiatan sosial-filantropi berdasarkan surat Al Maun.
Surat pendek yang telah kita hafal dan mengerti artinya tidaklah cukup hanya
dihafal lalu diperdebatkan, mari kita bersama-sama mengulurkan tangan, saling menolong,
serta bergerak mengentaskan kemisikinan, kebodohan, dan keterbelakangan melalui
tetesan keringat dan darah perempuan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan
takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (Q.S
Al Maidah: 2)
Setidaknya dua hal itu bisa dijadikan pegangan, khususnya kaum perempuan
dalam meneruskan estafet perjuangan Nyai Siti Walidah. Mudahan-mudahan yang
sedikit ini bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas segala khilaf.
Billahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda